Kordiv Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Bima, Idhar |
Kordiv Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas
dan Humas Bawaslu Kota Bima, Idhar menjelaskan, sejumlah temuan hasil
pengawasan Bawaslu terjadi perbedaan DPS yang diumumkan KPU Kota Bima.
Pertama, terdapat pemilih yang beda
alamat dengan DPS yang diumumkan dengan KTP elektronik pemilih.
Selain itu terdapat pemilih yang sudah dicoklit tapi tidak ditemukan dalam DPS yang diumumkan. Seperti terdapat elemen data RT 00 RW 00, lalu pemilih sementara tidak tersusun tidak sesuai abjad.
"Terdapat potensi pemilih ganda,
pemilih meninggal dunia, perbedaan jumlah TPS hasil rekapitulasi tingkat kota
dengan by name by address DPS yang diumumkan," ungkap Idhar, Selasa 2 mei
2023.
Untuk itu, ia meminta kepada KPU Kota
Bima untuk segera melakukan perbaikan data sesuai dengan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku.
"Kami juga mengimbau pada
masyarakat untuk memeriksa nama secara online pada tautan cekdptonline.kpu.go.id,"
sarannya. (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.