![]() |
Kepala Dikes Kota Bima, Drs Ahmad |
Program pembangunan RSUD Kota Bima sendiri merupakah hasil
kerja saat massa kepemimpinan Wali Kota Bima, HM Lutfi dan Feri Sofiyan dan
dilanjutkan oleh Pj Wali Kota Bima, HM Rum dan telah dialokasikan oleh
Pemerintah Pusat pada tahun 2024 namun ditunda hingga dilanjutkan pada tahun
2025.
“aman tak ada pemangkasan dan saat ini mulai persiapan
dokumen pelaksanaan,” ujar Kepala Dinas Kesehetan Kota Bima, Drs Ahmad
diwawancara JangkaBima.com, Rabu (19/2/2025).
Jelas Ahmad, Presiden Prabowo Subianto malah memiliki program
untuk terus mendorong percepatan pembangunan tenpat layanan kesehatan, salah
satunya RSUD Kota Bima yang layak dan representatif.
Sementara saat ini untuk proses pelaksanaan pembangunannya
masih lelang desainan build dan untuk konsultannya sudah tayang.
Kemudian untuk alokasi anggarannya masih sesuai perencanaan,
yaitu Rp 170 milyar dengan rincian,
untuk fisik bangunan sebesar Rp 131 Milyar dan Rp 20 milyar untuk Alat
Kesehatan (alkes) serta lain-lain untuk biaya konsultan, basic desain,
pengurusan ijin UKL/UPL dan lainnya.
Ditayakan anggaran pendamping Rp 30 Milyar bersumber dari
APBD Kota Bima? Diakui Ahmad anggaran dimaksud yaitu untuk pembangunan ruang
rawat inap.
Sementara hasil pantauan media ini, kamis (20/2/2025) lokasi
rencana pembangunan RSUD Kota Bima di eks kantor Pemkot Bima terlihat sudah
mulai dilakukan pembersihan dan untuk persiapan.(red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.