Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Bima Ingatkan Pengusaha Jagung Tak Mainkan Kadar Air dan Sesuaikan dengn HPP

| Senin, Maret 24, 2025 WIB Last Updated 2025-03-24T13:16:24Z
Walikota saat pimpin rakor
Kota Bima, JangkaBima.-Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Bima pimpin, Senin 24 Maret 2025 pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bahas tentang penyerapan komoditi pertanian, khususnya Jagung dan Gabah.


Itu juga sesuai  instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025 tentang harga gabah dan jagung sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) 2025, untuk HPP gabah kering sebesar Rp. 6.500 per kilogram, HPP jagung pakan sebesar Rp5.500.


Wali Kota Bima, H Arahman sampaikan, mendorong Bulog benar-benar memastikan semua produksi jagung petani di Kota Bima diserap sesuai HPP.


"Saya minta dinas teknis segera panggil Bulog untuk diskusikan dan memastikan soal ini. Mengingat puncak panen jagung petani kita pada April-Mei 2025 ini," ujar Wali Kota Bima.


Wali kota  juga tegaskan meminta kepada para pengusaha yang menyerap jagung petani untuk dapat menyesuaikan harga sesuai keputusan pemerintah yang menetapkan untuk HPP gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram, HPP jagung Rp. 5.500 per kilo.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, mengatakan, sudah saatnya pemerintah menangani hal ini secara kongkret dan terukur. Ia juga meminta dinas teknis saat ini untuk mulai memetakan berapa gudang jagung disiapkan bulog yang sudah siap untuk menampung hasil jagung petani.


"Antisipasi dari sekarang, awasi betul-betul jika ada pengusaha nakal yang memanfaatkan kadar air jagung, jangan sampai petani dirugikan. Saya minta Satgas pangan Kota Bima perhatikan betul soal ini," tegasnya.


Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan target secara nasional yang akan diserap oleh Bulog, untuk jagung sebanyak 1 juta ton dan gabah kering sebanyak 3 juta ton. Langkah ini dalam rangka mewujudkan asta cita pemerintah pusat terkait ketahanan pangan.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.